Bandung (30/04) – Siswa Pondok Pesantren Jawahirul Umam Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan praktikum di laboratorium BBGTK Provinsi Jawa Barat melalui layanan Pojok Belajar. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk memahami konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara lebih konkret dan aplikatif.

Sebanyak 14 siswa melaksanakan uji coba LKPD Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) di Laboratorium Kimia. Melalui percobaan tersebut, siswa mengamati perbandingan massa zat sebelum dan sesudah reaksi kimia menggunakan berbagai larutan seperti NaCl, AgNO₃, KI, Pb(NO₃)₂, serta reaksi antara HCl dan logam magnesium, sehingga mereka dapat membuktikan secara langsung prinsip kekekalan massa.

Selain itu, sebanyak 22 siswa melakukan uji amilum dan vitamin C untuk mengidentifikasi kandungan zat gizi pada bahan makanan. Dengan menggunakan larutan iodin/Lugol sebagai indikator, siswa mengamati perubahan warna pada uji amilum serta kecepatan hilangnya warna pada uji vitamin C, yang membantu mereka memahami perbedaan kandungan nutrisi secara ilmiah.

Tidak hanya praktikum kimia, siswa juga melakukan pengamatan preparat sel dan jaringan menggunakan mikroskop. Melalui kegiatan ini, mereka belajar mengidentifikasi struktur sel tumbuhan dan hewan serta berbagai jenis jaringan berdasarkan ciri mikroskopisnya, sehingga pemahaman terhadap konsep biologi menjadi lebih mendalam.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. “Kami jadi lebih paham karena bisa melihat dan mencoba langsung. Praktikum seperti ini membuat pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.

Melalui kegiatan Pojok Belajar ini, BBGTK Jabar terus mendorong pembelajaran berbasis praktik yang interaktif dan bermakna. Diharapkan, pengalaman ini dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap sains serta melatih keterampilan berpikir kritis dan analitis sejak dini. *FA