Bandung (22/04) – Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Talun, Cirebon, mengikuti layanan Pojok Belajar Teknologi Pembelajaran (Tekjar) yang diselenggarakan di Kampus Diponegoro BBGTK Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial yang dapat diterapkan di satuan PAUD.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar koding serta cara penerapannya secara sederhana dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pembelajaran dirancang melalui alur input, praktik, dan refleksi, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mencoba serta mengevaluasi pemahamannya.
Materi yang disampaikan menekankan bahwa koding pada dasarnya merupakan proses memberi instruksi secara runtut dan logis. Dalam konteks PAUD, konsep ini disederhanakan melalui permainan edukatif, sehingga anak-anak dapat belajar menyusun langkah-langkah sederhana, memahami hubungan sebab-akibat, serta mengembangkan kemampuan berpikir logis melalui aktivitas bermain, bercerita, dan bergerak.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan elemen berpikir komputasional seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma yang dikemas secara kontekstual sesuai dunia anak. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk mengintegrasikan konsep teknologi tanpa harus bergantung pada perangkat digital yang kompleks.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan mudah diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. “Pembelajaran koding ternyata tidak harus menggunakan komputer. Melalui permainan dan aktivitas sederhana, anak-anak tetap bisa belajar berpikir logis dan memahami konsep dasar koding dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang menilai pendekatan berbasis permainan dan aktivitas fisik sangat membantu dalam mengenalkan konsep baru kepada anak usia dini. Melalui Pojok Belajar ini, diharapkan guru PAUD dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu membekali anak dengan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak dini. *FA
