Bandung (28/04) – Guru SDN 083 Babakan Surabaya dan SDN 017 Sekejati Kota Bandung mengikuti kegiatan Pojok Belajar yang diselenggarakan di ruang Bale Sawala, Kampus Diponegoro BBGTK Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam mendorong keterlibatan aktif siswa di kelas.
Kegiatan yang dipimpin oleh Widyaiswara BBGTK Jabar, Retzy Noer Azizah, S.Si., M.Pd., berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak merefleksikan pengalaman mengajar, terutama terkait kondisi di mana siswa terlihat paling aktif selama proses pembelajaran berlangsung.
Dalam diskusi tersebut, teridentifikasi bahwa salah satu tantangan utama adalah masih rendahnya keterlibatan siswa pada pembelajaran yang bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Siswa cenderung pasif ketika pembelajaran tidak memberikan ruang interaksi, eksplorasi, serta keterkaitan dengan pengalaman nyata mereka. Selain itu, pembelajaran yang kurang kontekstual juga memengaruhi motivasi belajar siswa.
Peserta juga menyoroti pentingnya kemampuan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam. Berbagai pendekatan seperti diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, serta aktivitas langsung (hands-on) dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Salah satu fasilitator menyampaikan bahwa pembelajaran perlu dirancang secara sadar untuk mendorong partisipasi siswa. “Keterlibatan siswa tidak terjadi secara otomatis, tetapi perlu dirancang melalui strategi yang tepat, seperti penggunaan pertanyaan kontekstual, aktivitas kolaboratif, dan pendekatan pembelajaran mendalam yang berpusat pada siswa,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Pojok Belajar BBGTK Jabar terus menjadi ruang kolaborasi bagi guru untuk berbagi praktik baik serta meningkatkan kompetensi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan bermakna. *FA
