Keempat Personalisasi Pembelajaran, Setiap siswa memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda. PMM memungkinkan guru untuk menyajikan materi pembelajaran secara lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dengan menggunakan perangkat lunak pembelajaran adaptif dan analisis data, guru dapat melacak kemajuan siswa secara individual dan memberikan umpan balik yang sesuai untuk membantu mereka mencapai potensi maksimal.Kelima Kemudahan Penilaian juga menyediakan berbagai alat untuk mengevaluasi pemahaman siswa dan menelusuiri kemajuan mereka. Sistem manajemen pembelajaran (LMS) di PMM memungkinkan guru untuk membuat dan mengelola ujian daring, tugas daring, dan survei untuk mengumpulkan umpan balik. Selain itu, perangkat lunak analisis pembelajaran dapat membantu guru dalam menganalisis data evaluasi untuk mengidentifikasi pola belajar siswa dan menyesuaikan strategi pengajaran mereka.Keenam Pelatihan dan Pengembangan Profesional, PMM juga memungkinkan guru untuk mengakses pelatihan dan pengembangan profesional secara daring. Berbagai platform daring menawarkan kursus, webinar, dan sumber daya lainnya untuk meningkatkan keterampilan pengajaran dan memperkenalkan pedagogi inovatif. Dengan terus belajar dan mengembangkan diri, guru dapat tetap relevan dalam menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia Pendidikan, beragam pelatihan bisa diakses secara mandiri di PMM.Ketujuh meningkatkan Keterlibatan Orang Tua, guru dapat berkomunikasi dengan orang tua secara lebih efektif mengenai perkembangan akademis dan perilaku anak-anak mereka. Platform pembelajaran daring sering menyediakan akses orang tua untuk melacak kemajuan siswa, melihat tugas yang diberikan, dan berkomunikasi dengan guru. Ini membuka saluran komunikasi yang lebih terbuka dan transparan antara sekolah dan rumah, memungkinkan orang tua untuk mendukung pembelajaran anak-anak mereka dengan lebih baik.Ketujuh manfaat tersebut telah diadopsi dalam PMM yang sudah barang tentu sudah biasa dilaksanakan, namun harus menjadi catatan bahwa akses sinyal, kondisi daerah dan heterogenitas kemampuan guru untuk menggunakan PMM menjadi kendala tersendiri, tetap dengan kolaborasi berbagai pihak nampaknya kendala tersebut bisa diatasi sepanjang guru dan pendidik lainnya mempunyai semangat dan kemauan untuk terus berkembang maka kendala-kendala tersebut bisa diatasi.Adapun terkait dengan guru terbebani dengan beban admintrasi yang harus diisikan di PMM, hal ini justru sebaliknya dari aplikasi PMM guru bisa memanfaatkannya dengan mengunduh berbagai perangkat ajar mulai dari modul ajar, buku, soal, video-video pembelajaram pun dengan pelatihan dilakukan secara mandiri yang bisa dilakukan oleh guru kapan, dan dimana saja. Saat guru mengikuti pelatihan secara mandiri dan dibebani tugas serta dokumen aksi nyata, itu merupakan sebuah konsekuensi dalam suatu proses pelatihan. Jikapun pelatihan dilakukan secara langsung guru guru akan dibebani untuk mengerjakan tugas. Begitu pula untuk pengisian evaluasi kinerja sejatinya guru hanya sibuk saat fase perencanaan saat menyusun rencana kinerja harian (RKH) dalam pelaksanaan guru hanya mengisi saat kapan jadwal kegiatan obsrevasi akan dilakukan, bukan secara terus menerus untuk selalu akses PMM.Zaman sudah berubah, PMM telah membuka banyak peluang bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran mereka. Dari akses terhadap sumber belajar yang luas hingga kemampuan untuk personalisasi pembelajaran, teknologi telah menjadi alat yang berharga dalam mengubah cara kita belajar dan mengajar. Dengan memanfaatkannya secara efektif, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif dan inklusif yang mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia yang terus berkembang. Kita menghargai Pengurus Besar PGRI sebagai mitra Kemdikbudrsitek yang menyoal tentang guru harus memanfaatkan PMM, mengingat kondisi keterbatasan akses/signal, heterogenitas kompetensi, status Guru yang harus dilakukan pendampingan secara terus menerus, untuk itu PGRI jangan lelah berjuang serta senantisa berpihak pada guru. Jadilah jembatan aspirasi menuju kesejahteraan yang diidamkan guru…semoga. Kontribusi:Tatang Sunendar
