Depok, 25 Juli 2026 – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat (BBGTK Jabar) secara resmi membuka Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial (PM dan KKA) bagi pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah/penilik di SMPN 30 Kota Depok. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pengembangan kompetensi yang dirancang untuk memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial di Jawa Barat sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala BBGTK Jabar beserta jajaran, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Siti Nurjanah, para fasilitator, pengurus kelompok kerja, serta ratusan peserta yang terdiri atas pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Dalam sambutannya, Sekretaris Disdik Kota Depok menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan tersebut dan menyatakan dukungan penuh agar para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan optimal sehingga mampu membawa dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di daerahnya.

Kepala BBGTK Jabar menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu "Pendidikan Bermutu untuk Semua." Menurutnya, kualitas pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui penguatan kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, pendampingan pengawas, serta tumbuhnya budaya belajar di sekolah dan komunitas profesi.

"Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi target program atau memperoleh sertifikat. Pelatihan ini adalah proses membangun kebiasaan belajar sepanjang hayat sebagai pendidik profesional. Saya mengajak seluruh peserta untuk berani mencoba pendekatan baru, melakukan refleksi, dan terus memperbaiki praktik pembelajaran demi menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik," ujar Kepala BBGTK Jabar.

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kemendikdasmen, pelatihan ini mengusung pendekatan Teacher Experimental Training (TET) yang menempatkan guru, kepala sekolah, dan pengawas sebagai pembelajar profesional melalui praktik, refleksi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan. Program dilaksanakan dalam enam siklus, masing-masing berdurasi tiga minggu, sehingga proses belajar tidak berhenti setelah sesi pelatihan, tetapi terus berlanjut di sekolah dan komunitas belajar masing-masing.

Di Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan program akan menjangkau 203 kelompok kerja yang melibatkan pengawas sekolah, kepala sekolah, guru PAUD, PNF, SLB, SD, SMP, dan SMA pada berbagai mata pelajaran prioritas, termasuk Koding dan Kecerdasan Artifisial. Melalui kelompok kerja tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan berkelanjutan sehingga praktik-praktik baik dapat berkembang di seluruh wilayah Jawa Barat.

Pendekatan kolaboratif menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Dengan melibatkan pendidik, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam satu ekosistem pembelajaran, setiap unsur diharapkan dapat menjalankan perannya secara sinergis. Guru menghadirkan pembelajaran yang berkualitas di kelas, kepala sekolah membangun budaya belajar di sekolah, sementara pengawas memberikan pendampingan agar implementasi program berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini, BBGTK Jabar berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata di satuan pendidikan masing-masing. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pelatihan ini diharapkan menjadi penggerak lahirnya praktik-praktik pembelajaran yang lebih bermakna, relevan dengan perkembangan zaman, serta berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat dan Indonesia. *FA