Selain kegiatan kelas, peserta mendapatkan pengalaman langsung melalui Belajar dengan Kepala Sekolah Mentor, yaitu kegiatan observasi praktik kepemimpinan di sekolah lain. Melalui kegiatan ini peserta dapat melihat penerapan pengelolaan satuan pendidikan, supervisi akademik, monitoring pembelajaran, hingga praktik coaching dengan guru. Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan refleksi situasional dan merancang proyek transformasi kepemimpinan sekolah yang relevan dengan kebutuhan satuan pendidikan mereka.Pelatihan ditutup dengan kegiatan asesmen akhir, evaluasi keseluruhan proses, serta penyusunan Rencana Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah. Sejumlah peserta menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan pelatihan, termasuk Wawan Susanto dari SDN Cikarang II, Kecamatan Cilamaya. Ia menuturkan, “Pelatihan ini benar-benar membuka cara pandang saya sebagai calon kepala sekolah. Pembahasannya lengkap, praktiknya nyata, dan setiap sesi membuat saya paham apa yang harus diperbaiki ketika nanti memimpin sekolah. Saya merasa lebih percaya diri untuk membawa perubahan di satuan pendidikan kami,” ujarnya.
Dengan selesainya rangkaian kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran ke dalam rencana aksi nyata melalui proyek transformasi kepemimpinan sekolah, sekaligus menjadi calon kepala sekolah yang siap menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan di masa mendatang.
