- Memancing pembicaraan, agar orang tua mau membuka diri, seperti menanyakan kabar, datang darimana, menanyakan tentang kegiatan di rumah, serta memberikan support/motivasi baik melalui WA pribadi dan luring. Berdiskusi bersama mengenai permasalahan yang dihadapi oleh orang tua dan membuat kesepakatan yang harus dilakukan agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
- Memberikan kesempatan mengambil peran saat kegiatan bersama orang tua lain misalnya memimpin rapat, mengkoordinasi rekan-rekan orang tua lainnya.
- Komunikasi yang dilakukan harus dengan sepenuh hati, agar tercipta rasa aman antara kedua belah pihak, seperti menanyakan kondisi siswa saat belajar di rumah, dan sharing mengenai pengalaman (unek-unek) dalam mendampingi siswa.
Berita📅 08 May 2021⏱ 7 menit baca👁 1 views✍️ Admin
ON THE JOB LEARNING (OJL) DIKLAT GURU SAHABAT KELUARGA KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN ORANG TUA

Saya berkesempatan berpartisipasi di program Diklat Guru Sahabat Keluarga yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK PLB Kemendikbud dan didukung Pemerintah Australia melalui Skema Dana Hibah Alumni (Alumni Grant Scheme/AGS) yang diadministrasikan oleh Australia Awards di Indonesia. Diklat Guru Sahabat Keluarga pada Modul 1 Membangun Komunikasi Efektif dan Modul 2 Membangun Hubungan yang Kuat dengan Orang Tua diharapkan dapat memberikan bekal dan wawasan kemitraan antara guru dan orangtua di SLB.Guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan agar kerjasama terjalin dengan baik dengan orangtua untuk menunjang pembelajaran siswa di SLB. Tujuan kegiatan diklat ini antara lain, agar guru-guru mampu menjelaskan tantangan dalam berkomunikasi efektif dengan orang tua, mampu menjelaskan dampak komunikasi terhadap kerjasama guru dan orang tua, dan mampu menerapkan strategi komunikasi efektif dengan orang tua serta bagaimana membangun hubungan yang kuat dengan orang tua. Salah satu tahap dari program diklat ini adalah pelaksanaan On the Job Learning (praktek pembelajaran di lapangan), yaitu implementasi rencana aksi kegiatan komunikasi efektif dan membangun hubungan yang dilakukan antara guru dan orang tua.On the Job Learning (OJL) tahap 1 berlangsung 2 hari, yaitu pada tanggal 26 dan 27 Maret 2021 di SLB Negeri 1 Denpasar dan di SLB Negeri 1 Badung. Dalam praktek pembelajaran di lapangan, peserta diberikan tugas berupa rencana aksi untuk mengidentifikasi hambatan yang dihadapi saat melakukan komunikasi dan membangun hubungan terhadap orang tua/wali murid. Kemudian peserta diklat melaporkan hasil praktek yang dilakukan dalam berkomunikasi dengan orang tua serta dapat menggambarkan situasi orang tua siswa.Peserta mencari strategi apa yang bisa dilakukan untuk menjalin hubungan komunikasi efektif dengan orang tua berdasarkan pengalaman yang sudah diterapkan. Peserta juga memberikan menjelaskan tentang daya dukung yang dipergunakan saat melakukan kegiatan tersebut.Sebelum pelaksanaan OJL, peserta dibekali dengan pelatihan secara daring yang berlangsung selama 13 hari terhitung mulai dari tanggal 17 sampai dengan 30 Maret 2021. Diklat Guru Sahabat Keluarga: Membangun Kerjasama Guru dan Orang Tua dengan pola 64 JP ini diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari guru-guru di SLB Negeri 1 Denpasar dan SLB Negeri 1 Badung Provinsi Bali. Fasilitator Diklat adalah Dede Supriyanto Widyaiswara dari PPPPTK TK dan PLB. Kegiatan dibuka oleh Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs Abu Khaer pada tanggal 17 Maret lalu secara daring. Pelatihan dilaksanakan dengan pola Pembelajaran Model Experimental Kolb, semua peserta mengikuti tahapan Pengalaman Konkrit, Pengamatan Reflektif, Konseptualisasi dan Percobaan Aktif secara interaktif dan mandiri terbimbing.Manfaat Pelatihan Diklat Guru Sahabat Keluarga pada Modul 1 dan 2 dengan tema Membangun Kerjasama Guru dan Orang Tua, antara lain untuk meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan dalam memahami komunikasi efektif antara guru dengan orangtua, serta dapat meningkatkan keterampilan dalam menjalin komunikasi efektif dengan orangtua. Peserta diharapkan memiliki kompetensi antara lain, mampu menjelaskan tantangan dalam berkomunikasi efektif dengan orang tua, mampu menjelaskan dampak komunikasi terhadap kerjasama guru dan orang tua, mampu menerapkan strategi komunikasi efektif dengan orang tua, serta membangun hubungan yang kuat dengan orang tua.Pada tahap pengalaman konkrit peserta dijelaskan tentang tantangan dalam komunikasi, dampak dari komunikasi yang tidak efektif, serta manfaat komunikasi yang efektif. Peserta diminta untuk bercerita tentang pengalaman dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pada masa belajar daring. Metode yang dilakukan dalam diklat ini, yaitu melakukan presentasi, pemutaran video, dan mendiskusikan tentang studi kasus yang diberikan, dan refleksi masing-masing peserta. Adapun tujuan dari pelaksanaan pelatihan tahap pengalaman konkrit adalah untuk memberikan wawasan tentang tantangan dalam komunikasi, peserta diklat dapat menggali penyebab munculnya tantangan dalam komunikasi dengan orang tua, peserta dapat mengidentifikasi dampak komunikasi tidak efektif, dan peserta mampu mengidentifikasi manfaat komunikasi efektif.Pelaksanaan tahap percobaan aktif dalam OJL diberikan materi berupa rencana aksi dan praktek komunikasi efektif dengan orangt ua dan membangun hubungan yang kuat dengan orang tua, dengan tujuan peserta dapat menyusun rencana aksi berkomunikasi efektif dengan orang tua, mempraktekkan komunikasi efektif dengan orangtua dan membangun hubungan yang kuat dengan orang tua. Pelaksanaan kegiatan OJL menggunakan metode presentasi, diskusi dan mengerjakan tugas.Peserta melakukan presentasi satu persatu dan didampingi oleh tim fasilitator PPPPTK TK & PLB yang terdiri dari. Bapak Dede Supriyanto dan Bapak Suswanto Heru.Saat saya memberikan presentasi, saya menemukan permasalahan gambaran situasi orangtua siswa dengan tipe orang tua yang tidak percaya diri untuk berbicara sehingga tidak ada usulan atau kontribusi untuk kemajuan kegiatan pembelajaran. Menghadapi orang tua yang seperti ini, strategi yang akan saya lakukan untuk menjalin komunikasi yang baik terhadap orang tua adalah sebagai berikut.
Galeri Foto3 foto