Bandung — Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat (BBGTK Jabar) menerima kunjungan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Sukabumi dalam kegiatan Pojok Belajar yang berlangsung di Auditorium Rempug Jukung BBGTK Jabar pada Selasa (23/06). Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan dan pengalaman terkait pendekatan pembelajaran inovatif bagi anak usia dini.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Umum BBGTK Jabar yang menyampaikan pentingnya penguatan kompetensi calon pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa sebagai calon guru perlu memiliki kemampuan untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai Kurikulum Montessori yang disampaikan oleh Dr. Asep Zuhara Argawinata, M.I.Kom. Materi membahas konsep dasar pembelajaran Montessori yang menekankan pada pengembangan kemandirian, eksplorasi, serta pemberian ruang belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi berbagi pengalaman antara narasumber dan peserta. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi pendekatan Montessori dalam pembelajaran PAUD di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Dr. Asep Zuhara Argawinata menyampaikan bahwa pendekatan Montessori tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik anak, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemandirian sejak usia dini. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Pembelajaran Montessori memberi ruang bagi anak untuk belajar sesuai ritme dan potensinya masing-masing. Guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang membantu anak berkembang secara mandiri, kreatif, dan percaya diri,” ujarnya.

Salah satu peserta, Nurhaliza Putri, mahasiswa PG PAUD Universitas Muhammadiyah Sukabumi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan bagi calon guru PAUD dalam memahami pendekatan pembelajaran yang lebih humanis dan berpusat pada anak.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi lebih memahami bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan anak. Penjelasan dari narasumber juga sangat menarik dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Pojok Belajar, BBGTK Jabar berharap mahasiswa calon pendidik dapat terus mengembangkan wawasan dan kompetensinya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan bermakna bagi peserta didik sejak usia dini. *FA