Bandung — BBGTK Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS) menyelenggarakan Training of STEM for Educators: Designing, Implementing, and Assessing Interdisciplinary Learning di Auditorium Rempug Jukung BBGTK Jabar pada 4–6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas guru PAUD, SD, SMP, SMA, serta widyaiswara dari Kota Bandung dan sekitarnya sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam menerapkan pendekatan STEM pada pembelajaran lintas mata pelajaran.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mendesain, mengimplementasikan, dan melakukan asesmen pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah nyata melalui pengalaman belajar yang autentik.
Kegiatan dibuka oleh Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat, Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik. “Pendekatan STEM memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman nyata, berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan solusi atas berbagai permasalahan di sekitarnya. Oleh karena itu, guru perlu terus mengembangkan kompetensinya agar mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kualitas pelatihan, BBGTK Jabar dan SEAQIS menghadirkan dua narasumber dari Monash University Australia, yaitu Prof. Gillian Kidman dan Dr. Hazel Tan. Keduanya membagikan pengalaman, praktik baik, serta strategi implementasi STEM dalam pembelajaran lintas disiplin yang dapat diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dan karakteristik pembelajaran STEM, desain pembelajaran berbasis proyek, implementasi pembelajaran STEM pada lintas mata pelajaran, serta pengembangan asesmen autentik. Selain mendapatkan penguatan konsep, peserta juga didorong untuk menyusun perangkat pembelajaran dan rancangan proyek STEM yang dapat diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing.
Melalui kolaborasi ini, BBGTK Jabar dan SEAQIS berharap lahir semakin banyak praktik pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan keterampilan abad ke-21 peserta didik. Pelatihan ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran STEM yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya belajar dan kolaborasi di kalangan pendidik Jawa Barat. *FA
Berita📅 06 June 2026⏱ 2 menit baca👁 89 views✍️ Humsipro BBGTK Jabar
Kolaborasi BBGTK Jabar, SEAQIS, dan Monash University Perkuat Kompetensi Guru melalui Pelatihan STEM
Dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mendesain, mengimplementasikan, dan melakukan asesmen pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM