Bandung (09/05) - Guru sekolah dasar dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan In Service Training 1 Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI) Gelombang 1 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat (BBGTK Jabar). Diketahui bahwa sebelumya pembukaan pelatihan telah dilakukan secara daring oleh Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat sebagai upaya memperkuat kesiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum nasional.
Dalam sambutannya, Kepala BBGTK Jawa Barat menegaskan pentingnya kesiapan guru dalam mengimplementasikan kebijakan nasional terkait pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. “Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan guru SD memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi kebahasaan maupun pedagogi, sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut beliau menyebut pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kemahiran Bahasa Inggris di Indonesia, serta keterbatasan tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar. “Sekitar 60,1 persen SD di Indonesia belum memiliki guru Bahasa Inggris, sehingga diperlukan langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” jelasnya.
Adapun pelaksanaan kegiatan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menjadi landasan transformasi pembelajaran di pendidikan dasar. Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa SD/MI, khususnya kelas 3 hingga 6. Kebijakan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi global dan kemampuan komunikasi lintas budaya sejak dini, sekaligus mengubah posisi Bahasa Inggris dari muatan lokal menjadi bagian dari kurikulum nasional.
Pelatihan PKGSD MBI dilaksanakan selama delapan minggu melalui pendekatan blended learning, yang mengombinasikan pembelajaran daring asinkron melalui LMS, pembelajaran sinkron melalui video conference, serta tatap muka luring. Kegiatan luring yang dimulai pada 6 hingga 9 Mei 2026 bagi peserta dari Kabupaten Bandung dan Subang dipusatkan di BBGTK Jawa Barat Kampus Diponegoro. Sementara pelatihan luring peserta dari Kabupaten Purwakarta berlangsung di Kampus Cipto. Materi yang diberikan meliputi penguatan kompetensi bahasa, konsep pedagogi, hingga praktik pembelajaran seperti lesson planning dan microteaching.
Peserta kegiatan merupakan guru kelas 3 hingga 6 yang berasal dari sekolah yang belum memiliki guru Bahasa Inggris definitif. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai classroom English, meningkatkan kompetensi kebahasaan sesuai level pembelajaran, serta menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam suasana yang bermakna dan menyenangkan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan guru-guru dari Kabupaten Bandung, Subang, dan Purwakarta dapat menjadi pelopor dalam implementasi pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar. Dengan kesiapan yang lebih matang, mereka diharapkan mampu mendukung kebijakan nasional serta menciptakan generasi muda yang memiliki daya saing global di masa depan. *FA
