Kabupaten Bekasi (17/07) - Diseminasi Program Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (PKG-BK) digelar di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat kapasitas guru BK dalam memberikan layanan yang berpihak pada peserta didik. Hingga saat ini, program tersebut telah terlaksana di 10 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan tujuan mendorong peningkatan kompetensi guru BK dalam mendampingi perkembangan murid secara menyeluruh.

Di Kabupaten Bekasi, kegiatan diseminasi berlangsung di SMPN 1 Cikarang Barat. Kepala BBGTK Jawa Barat hadir secara langsung untuk menyapa para peserta sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada guru-guru BK yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam arahannya, Kepala BBGTK Jabar menekankan bahwa peran guru BK tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan peserta didik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat melalui penanaman nilai tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial.

"Guru Bimbingan dan Konseling memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang mandiri dan berkarakter. Karena itu, penting bagi guru BK untuk menumbuhkan personal responsibility dan social responsibility agar mampu mendampingi murid menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesamanya," ujar Kepala BBGTK Jabar.

Pelaksanaan diseminasi difasilitasi oleh dua Fasilitator Daerah yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan 7 Jurus BK Hebat. Para peserta dibagi ke dalam dua kelas sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, interaktif, serta memberikan ruang yang lebih luas untuk berdiskusi dan berbagi praktik baik.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga memperoleh penguatan materi dan pendampingan dari Widyaiswara BBGTK Jabar, Drs. Haryana, M.Si. Kehadiran widyaiswara menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan optimal sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap implementasi layanan bimbingan dan konseling yang berkualitas.

Melalui Diseminasi Program PKG-BK ini, BBGTK Jawa Barat berharap guru-guru Bimbingan dan Konseling semakin siap menghadirkan layanan yang adaptif, kolaboratif, serta berdampak nyata bagi perkembangan akademik, sosial, dan karakter peserta didik. Kolaborasi antara fasilitator, widyaiswara, dan para guru BK diharapkan mampu menjadi langkah bersama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang semakin berpihak pada kebutuhan setiap murid. *FA