Bandung — Workshop Penyusunan Konsep Manajemen Performa di Lingkungan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat resmi (BBGTK Jabar) dibuka oleh Kepala Bagian Umum BBGTK Jabar, Rohimat, S.T., M.A., pada Senin (20/07) di Bale Sawala BBGTK Jabar. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi langkah strategis dalam menyusun sistem manajemen performa yang lebih terstruktur, objektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas kinerja pegawai.

Workshop diikuti oleh 36 pegawai yang merupakan perwakilan dari berbagai unsur di lingkungan BBGTK Jabar. Melalui kegiatan ini, peserta bersama-sama mengemukakan pendapat, menyusun tim koordinasi, merancang instrumen penilaian, hingga menyusun lini masa implementasi manajemen performa sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai praktik performance management di PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang disampaikan oleh Plt. Vice President of Performance and Reward Management PT Kereta Api Indonesia, Anisa Yutrinanda. Sesi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memberikan gambaran mengenai implementasi sistem manajemen performa yang telah diterapkan di dunia korporasi.

Plt. Vice President of Performance and Reward Management PT Kereta Api Indonesia, Anisa Yutrinanda, menyampaikan bahwa manajemen performa tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai instrumen untuk mengembangkan potensi pegawai secara berkelanjutan. "Manajemen performa yang efektif harus mampu menghadirkan proses yang objektif, transparan, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Dengan demikian, setiap individu memahami kontribusinya terhadap pencapaian tujuan organisasi sekaligus memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh," ujarnya.

Pelaksanaan workshop ini dilandasi kebutuhan untuk memperkuat sistem penilaian kinerja yang selama ini telah berjalan melalui Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Ke depan, BBGTK Jabar menargetkan hadirnya konsep manajemen performa yang mampu mendukung pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta mendorong budaya kerja yang semakin profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kolaborasi antara praktik terbaik dari dunia industri dan kebutuhan organisasi pemerintah, BBGTK Jabar berharap hasil workshop ini dapat menjadi fondasi dalam membangun sistem manajemen performa yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan. Hasil penyusunan konsep tersebut nantinya diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memperkuat pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan. *FA