Bandung (01/05) – BBGTK Provinsi Jawa Barat menggelar inovasi pelatihan luring pertama di tahun 2026 bagi guru jenjang TK/PAUD/Kober, SMP, dan SMA. Kegiatan ini berlangsung pada 27 April hingga 1 Mei 2026 di Sany Rosa Hotel dan difasilitasi oleh Widyaiswara BBGTK Jabar.

Pelatihan ini menghadirkan empat program yang diselenggarakan secara serentak, yaitu Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Bahasa Inggris jenjang SMA untuk Mendukung Pelaksanaan TKA, Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Matematika jenjang SMA untuk Mendukung Pelaksanaan TKA, Pelatihan Implementasi Pembelajaran STEM di PAUD, serta Pelatihan Implementasi Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu Berbasis STEM untuk Guru SMP.

Masing-masing pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai satuan pendidikan. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru yang selaras dengan tuntutan pembelajaran masa kini serta kesiapan peserta didik dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen.

Pada pelatihan Bahasa Inggris dan Matematika untuk mendukung pelaksanaan TKA, peserta dibimbing untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, terarah, dan berbasis pada kebutuhan peserta didik. Selain itu, peserta juga dibekali strategi dalam memfasilitasi siswa agar memiliki kesiapan akademik yang kuat, khususnya dalam menghadapi asesmen seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Sementara itu, pelatihan implementasi pembelajaran STEM menekankan pada pendekatan kontekstual dan kolaboratif. Peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis melalui kegiatan bersama yang menghasilkan produk nyata berupa perangkat pembelajaran berbasis STEAM yang siap diterapkan, baik di jenjang PAUD maupun sebagai kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran di SMP.

Salah satu peserta, Tanty Yulianti dari SMAN 1 Banjaran, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kami dibimbing untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, terarah, dan berbasis pada kebutuhan peserta didik. Selain itu, kami juga difasilitasi agar dapat membantu siswa memiliki kesiapan akademik yang kuat, terutama dalam menghadapi berbagai bentuk asesmen seperti TKA,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dalam pelatihan membuat materi lebih mudah dipahami dan aplikatif untuk diterapkan di sekolah. Interaksi yang terjalin antar peserta turut memperkaya wawasan serta memberikan inspirasi dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif.

Melalui pelatihan ini, BBGTK Jabar berharap para guru dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat melalui penguatan kompetensi guru yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. *FA