Bandung - BBGTK Jabar Dorong Penguatan Karakter Anak melalui Penyusunan Profil Perkembangan Peserta Didik BBGTK Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penyusunan Profil Perkembangan Peserta Didik sebagai Dasar Intervensi dan Penguatan Karakter Anak Indonesia Hebat” di Aula Rucita BBGTK Jabar, Bandung, pada Selasa (30/06). Kegiatan ini diikuti oleh guru jenjang PAUD dan pendidikan dasar sebagai upaya meningkatkan pemahaman pendidik dalam mengenali perkembangan peserta didik secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Ketua Tim 4 Kemitraan BBGTK Jabar, Anggraeni Kusumadewi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penguatan karakter anak perlu didukung dengan pemahaman yang baik mengenai kondisi dan perkembangan peserta didik sehingga intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dan kemitraan antara BBGTK Jabar bersama Rumah Teduh Sahabat IIN dan Vigor Action. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antar lembaga dalam mendukung peningkatan kapasitas guru sekaligus memperkuat upaya pengembangan karakter peserta didik melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis kebutuhan anak.

Sejumlah narasumber dari berbagai bidang turut hadir untuk berbagi wawasan dan pengalaman kepada peserta. Mereka di antaranya dr. Anne Gracia selaku Praktisi Neurosains Terapan, Nira Wulansari sebagai Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Iraningsih Achsien dari Yayasan Rumah Teduh Sahabat IIN, Yuli Rianawati dari Kartini Emergency School, serta Asep Zuhara Argawinata selaku Widyaiswara BBGTK Jabar. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya memahami karakteristik perkembangan anak sebagai dasar penyusunan strategi pendampingan dan pembelajaran.

Dalam pemaparannya, dr. Anne Gracia menjelaskan bahwa pendekatan neurosains dapat membantu guru memahami bagaimana otak anak berkembang dan merespons lingkungan di sekitarnya. “Setiap pengalaman yang diterima anak akan memengaruhi perkembangan otaknya. Karena itu, guru perlu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, positif, dan penuh empati agar proses tumbuh kembang anak berlangsung optimal,” ujarnya.

Selain mendapatkan materi konseptual, peserta juga diajak berdiskusi mengenai praktik-praktik nyata dalam mendampingi peserta didik di lingkungan sekolah. Melalui sesi interaktif tersebut, para guru dapat bertukar pengalaman sekaligus memperluas perspektif mengenai penanganan berbagai kondisi perkembangan anak dengan pendekatan yang lebih tepat dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, BBGTK Jabar bersama para mitra berharap guru dapat semakin memahami pentingnya penyusunan profil perkembangan peserta didik sebagai dasar intervensi dan penguatan karakter. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, diharapkan lahir lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan mendukung terwujudnya generasi Anak Indonesia Hebat. *FA