Deskripsi
Pelatihan Pengembangan Kompetensi Guru Mengajar Bahasa Inggris (PKGMBI) adalah program intervensi strategis yang diselenggarakan oleh BBGTK Provinsi Jawa Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini hadir sebagai respons atas Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang menetapkan masa transisi menuju pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar mulai Tahun Ajaran 2027/2028, di mana saat ini 60,1% SD di Indonesia belum memiliki guru berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali guru kelas menjadi fasilitator pembelajaran Bahasa Inggris yang kompeten. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris hingga level minimal B1 (CEFR) serta penguasaan pedagogi yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sesuai filosofi Pembelajaran Mendalam.
Tujuan
Meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris guru kelas hingga mencapai level CEFR B1.
Membekali guru dengan kompetensi Classroom English dan pedagogi pembelajaran interaktif yang berkesadaran, bermakna, serta menggembirakan.
Mewujudkan ekosistem pembelajaran Bahasa Inggris yang mendukung fondasi literasi bahasa asing yang kuat bagi siswa Sekolah Dasar.
Output / Keluaran yang Diharapkan
Guru peserta mencapai peningkatan kompetensi bahasa Inggris (minimal B1) dan pedagogi sesuai standar program.
Penerbitan sertifikat kompetensi bagi peserta yang lulus penilaian.
Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut (RTL) implementasi pembelajaran Bahasa Inggris di satuan pendidikan sasaran.
Adanya laporan pelaksanaan pelatihan, monitoring, dan evaluasi yang lengkap.
Sasaran & Penerima Manfaat
Sasaran Pelatihan: Guru kelas III s.d. VI berstatus ASN/Non-ASN pada satuan pendidikan Sekolah Dasar di Provinsi Jawa Barat yang belum memiliki guru Bahasa Inggris definitif, dengan kuota Angkatan 1 sebanyak 609 orang peserta.
Penerima Manfaat: Guru kelas III sampai kelas VI SD di Provinsi Jawa Barat, siswa Sekolah Dasar, Kepala Sekolah pada satuan pendidikan SD sasaran, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, serta Fasilitator Daerah sebagai mitra belajar.
Metode & Tahapan Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan blended learning (kombinasi daring asinkronus, daring sinkronus, dan luring) menggunakan Learning Management System (LMS) dengan total beban belajar sebesar 262 JP.
Metode belajar dan lini masa pelaksanaan meliputi:
In-Service Training 1 (In-1): Berlangsung selama 8 minggu (126 JP) untuk mendalami materi Language Skills (Mendengar, Berbicara, Membaca, Menulis), Classroom English, Game-based Learning, Songs, dan Storytelling.
On Job Training (OJT): Implementasi praktik pembelajaran langsung di sekolah masing-masing siswa dengan pendampingan dari Fasilitator Daerah (Fasda).
In-Service Training 2 (In-2): Sesi pendalaman materi penutup melalui LMS, tatap maya, tatap muka luring, serta refleksi pembelajaran.